Uncategorized

UNTITLED PART 1

Tittle:Untitled -1-

Author: Uchiharuka

Cast: Seo joohyun, Cho Kyuhyun, etc

Genre: Chapter

Annyeong 😊 sebelumnya makasih buat kalian yang udah mau baca ff ku yang yaahh~ masih ecek2(?) lah 😉Ini ff chapter pertama yang udah lama banget jadi penunggu laptop 😆 kenapa judulnya untitled? Karena jujur aku nggak tahu mau ngasih judul apa 😵 mmm.. segitu aja ya. Kamsahamnida, arigatou 😊

———–Story’s Begin———–

Tahun ini merupakan tahun ajaran baru sehingga tampak mahasiswa-mahasiswi baru sedang sibuk untuk mempersiapkan hal-hal yang akan digunakan untuk mengikuti kegiatan ospek. Begitu pula dengan seorang gadis yang sedang sibuk mondar-mandir di kamarnya entah memikirkan apa. Ia tampak sedang gelisah, berkali-kali ia hela napasnya dengan berat.

CKREKK

Gadis itu langsung menoleh ke asal suara yakni pintunya.

“Ah, oppa. Kau mengagetkanku” Ucap yeoja itu dengan wajah kesalnya.

“Kau kenapa Hyunnie? Kenapa kau tampak gelisah seperti itu? Heum??” Tanya sang oppa yang bernama Lee Donghae dengan lembut.

“Aniyo oppa. Aku tidak apa-apa, aku hanya sedikit takut” Ucap yeoja itu yang bernama Seohyun yang lebih lengkapnya bernama Seo Joo Hyun.

“Takut? Apa yang kau takutkan?” Tanya Donghae kembali.

“Aku takut saat ospek besok oppa. Aku dengar katanya kalau di Kyunghee itu kegiatan ospeknya sangat keterlaluan, apalagi sang ketua ospek. Bagaimana kalau aku diapa-apakan oleh panitia ospek? Aku takut oppa” Ujar Seohyun panjang lebar.

“Hahahahaha… Jadi kau hanya takut saat kegiatan ospek itu? Begitu saeng??” Tanya Donghae sambil berusaha menghentikan tawanya.

“Oppa, jangan menetertawakanku” Ujar Seohyun sambil mempoutkan bibirnya, lucu.

“Hah.. Sudahlah, tidak apa-apa. Lebih baik kau tidur sudah malam” Ucap Donghae sambil mencium dahi sang dongsaeng dengan penuh kasih sayang.

“Ne, oppa”Ujar Seohyun patuh. Setelah Donghae keluar dari kamar Seohyun,Seohyun pun langsung bergegas menuju ranjangnya dan terlelap sembari memeluk boneka keroro kesayangannya.

-skip-

TOK TOK TOK

“Seo-ah, apakah kau sudah bangun? Cepat bangunlah, bukankah kau harus datang pagi?” Terdengar suara wanita paruh baya yang sangat berarti bagi Seohyun, siapa lagi kalau bukan sang eomma tercinta.

CKLEKK

“Ne, eomma. Aku sudah bangun” Ucap Seohyun yang telah membukakan pintu kamarnya. Ny.Seo hanya tersenyum menanggapinya. Lalu setelah itu ia giring putri kesayangannya menuju ruang makan yang disana sudah ada Tn.Seo dan Donghae yang tenagah bercengkrama sembari menunggu Seohyun dan eomma-nya.

-skip-

Saat ini Seohyun dan Donghae sedang berada dimobil untuk menuju Kyunghee University tempat mereka berdua menimba ilmu. Yah memang Donghae masih berstatus mahasiswa tetapi Donghae sudah berada di semester akhir, sedangkan Seohyun masih disemester pertama itupun baru. Dan perlu diketahui Seohyun sebelumnya bersekolah di Jepang, ia disana bersama paman dan bibinya. Dan ini termasuk pertama kalinya ia menimba ilmu di negara kelahirannya.

Suasana dimobil hening, sangat hening malah. Donghae yang sedang fokus pada jalan di depannya, sedangkan Seohyun ia memilih menatap keindahan kota Seoul selama diperjalanan. Ia baru mengetahui bahwa di kota ini banyak yang berubah, bahkan hampir semuanya berubah. Seohyun mengulas senyum tipisnya. Ia tolehkan kepalanya ke samping guna menatap oppa-nya yang sedang mengemudi.

“Oppa, bolehkah aku meminta bantuan?” Tanya Seohyun penuh harap. Ia tatap sisi wajah sang oppa. Ia mengerucutkan bibirnya sebal karena sang oppa hanya diam saja.

“Oppaa…” Seohyun merajuk manja.

“Heem..” Donghae hanya bergumam. Dalam hati ia terkikik geli melihat ekspresi wajah sang dongsaeng yang menurutnya konyol.

“Oppaaa.. Jadi oppa tidak mendengarkanku?” Ujar Seohyun semakin memonyongkan bibir tipisnya.

“Baiklah dongsaeng-ku yang manis, apa yang bisa oppa-mu bantu?” Ucap Donghae yang sudah tidak tahan dengan raut muka Seohyun.

“Emm.. Oppa, selama masa ospek oppa jangan memberi tahu pada semua orang kalau aku ini dongsaeng-mu ne?” Pinta Seohyun dengan hati-hati.

“Wae? Apa kau malu memiliki oppa angkat?” Tanya Donghae kecewa. Yah memang Donghae hanya anak angkat dari keluarga Seo, jadi wajar saja kalau nama marga mereka berbeda. Karena Donghae hanya mau menggunakan marga itu, yang diketahuinya adalah marga orang tuanya.

“Anni.. Aku tidak malu oppa. Aku hanya tidak mau kalau aku nanti malah akan diberikan hukuman yang lebih berat karena mempunyai oppa seorang panitia ospek. Mau kan oppa?” Jelas Seohyun panjang lebar.

“Huft, baiklah. Tapi kalau masa ospeknya berakhir maka aku akan mengumumkan pada semua orang terutama para namja agar tidak mendekatimu. Aku tidak mau kehilangan dongsaeng-ku yang manis ini.” Ujar Donghae sambil mencubit pipi chubby milik Seohyun, yang dicubitpun hanya meringis.

“Baiklah oppa. Terserah pada oppa saja” Ujar Seohyun dengan senyum manisnya.

“Tapi saeng, bagamana mereka tidak tahu kalau kau dan aku berangkat bersama” Ujar Donghae setelah beberapa saat merek terdiam. Seohyun pun menepuk jidatnya, ia melupakan hal yang satu itu.

“STOPP!!” Pekik Seohyun kencang. Donghae yang mendengar teriakan Seohyun pun dengan refleks menginjak rem dengan kuat sehingga menimbulkan decitan antara ban mobil dengan aspal.

“Wae?” Tanya Donghae sambil mengelus dadanya.

“Aku turun disini saja oppa, bukankah Universitasnya sudah tidak jauh lagi” Seohyun pun langsung melepas seatbelt-nya. Kemudian bergegas keluar dari mobil Donghae.

“Hati-hati Hyunnie!” Ucap Donghae.

-skip-

@Kyuhghee University

Seohyun telah menampakkan kakinya di gerbang Kyunghee University. Nampak mahasiswa-mahasiswi baru seperti dirinya telah sampai disana terlebih dahulu.

BRUKK

“Aw”  Seohyun jatuh tersungkur karena ada seseorang yang menabraknya. Seohyun berdiri dan merapikan baju seragamnya yang sedikit kotor. Setelah itu ia tolehkan kepalanya ke samping dan mendapati seorang yeoja yang cukup cantik dengan tinggi semampai sepertinya akan tetapi Seohyun lebih tinggi sedikit.

“Mianhae, tadi aku terburu-buru jadi aku tidak melihat dengan benar” Ucap yeoja itu sambil mendongakkan kepalanya yang semula menunduk.

“Gwecanhayo” Jawab Seohyun singkat dengan senyum malaikatnya. Yeoja itupun ikut tersenyum dengan manis. Lalu yeoja itu mengulurkan tangannya kepada Seohyun.

“Im YoonA imnida. Tapi kau cukup memanggilku YoonA” Ucap yeoja yang bernama Yoona itu dengan masih setia mengulurkan tangannya kepada Seohyun berharap Seohyun mau menerima uluran tangannya.

“Seo Joohyun imnida. Tapi kau cukup memanggilku Seohyun” Ujar Seohyun dan menjabat tangan Yoona. Mereka berdua tersenyum bersama lalu bersama-sama melangkahkan kaki menuju ke halaman depan Kyunghee University tempat semua calon siswa Kyunghee berkumpul.

-skip-

Saat ini semua mahasiswa baru tengah berbaris di halaman mendengarkan tata cara mengikuti kegiatan ospek yang rencananya akan diselenggarakan selama kurang lebih tiga hari. Terlihat Seohyun yang sedang melamun entah memikirkan apa, sampai-sampai ada salah satu panitia ospek yang sedang berdiri memberikan tata cara di depan melihat Seohyun yang sedang melamun. Panitia itupun langsung beranjak dari tempatnya berdiri dan menghampiri Seohyun yang masih asyik melamun.

Ia kibaskan tangannya di depan wajah Seohyun tetapi tak ada reaksi sama sekali. Ia hembuskan nafasnya dengan kasar kemudian

“HEY!” Ia berteriak dengan sangat keras sehingga membuat Seohyun terjungkal ke belakang. Sontak semua siswa dan panitia ospek tertawa terbahak-bahak melihat Seohyun yang jatuh dengan seperti itu tak terkecuali Donghae, ia mati-matian menahan tawanya karena kalau sampai Seohyun mengetahui bahwa ia juga ikut tertawa maka tamatlah riwayatnya nanti di rumah. Seohyun berdiri sambil mengusap bokongnya yang sedikit nyeri.

“Kenapa kau melamun? Kau ini masih siswa baru, jadi jangan bertingkah seenaknya begitu!” Kata sang panitia dengan nada dingin yang menjadi ciri khasnya.

“Ne, seunbae. Mianhamnida, saya tidak akan mengulanginya lagi” Ucap Seohyun dengan kepala yang tertunduk.

“Hah, kau pikir ini akan selesai begitu saja hanya karena kau telah mengucapkan kata maaf? Tidak semudah itu. Nanti setelah ini selesai kau temui aku” Jawab panitia itu tetap dengan nada dinginnya. Seohyun hanya dapat menelan salivanya dengan susah payah.

“B.. Baik, Seunbae” Jawab Seohyun. Panitia itu langsung berlalu dari hadapan Seohyun. Ia tampilkan evil smilenya ketika ia beradu pandang dengan Donghae.

-skip-

Saat ini Seohyun sedang mencari panitia sialan yang tadi menyurunya untuk menemuinya. Sesekali ia mengumpat karena ia masih belum tahu ruangan-ruangan yang ada di Kyunghee. Ia semakin kesal karena sang oppa tidak mau membantunya, bahkan membalas pesannya pun tidak mau, benar-benar.

Karena lelah berkeliling di gedung seluas itu, Seohyun berhenti sebentar untuk mengambil nafas yang dirasanya sudah menipis. Ia edarkan pandangannya ke sekeliling dan mendapati seorang namja yang sedang bersender menutup matanya di tembok dengan earphone di telinganya. Kyeopta, batin Seohyun

Ia segera menggelengkan kepalanya setelah menyadari apa yang beru saja ia ucapkan. Segera ia hampiri namja itu setelah ia yakin bahwa itu adalah namja yang dicarinya. Setelah ia sampai di depan namja itu, ia diam beberapa detik.

“Annyeong, seunbae” ucap Seohyun setelah ia berhasil menguasai dirinya. Namja itu sedikit demi sedikit membuka matanya. Ia langsung menyunggingkan senyum evilnya dan itu sukses membuat Seohyun bergidik ngeri.

GREPP

Namja itu tiba-tiba saja langsung memeluk tubuh Seohyun.

-TBC-

Advertisements

9 thoughts on “UNTITLED PART 1”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s