Romance, Uncategorized

When Kyuhyun Sick

Tittle: When Kyuhyun Sick

Cast: SeoKyu

Type: Oneshoot/Drabble

Mmm.. ini keknya udh pernah aku post di mana~ gitu, lupa 😀 Ngga aku edit2 lagi. lagi males-_____-

Comment juseyo^^

##### Story’s Begin #####

Mentari telah memancarkan sinarnya yang hangat. Nampak di sebuah ruangan yang diketahui sebuah kamar seorang namja menggeliat kesana kemari dengan mata yang masih terpejam. Pergerakan itu membuat seorang yeoja yang sedang berada di alam mimpinya terusik. Dengan perlahan ia buka matanya guna untuk menyesuaikan dengan biasan sinar matahari yang cukup menyilaukan di pagi itu. Ia akan mengucek matanya akan tetapi pergerakannya harus terhenti karena ia merasa ada sepasang tangan lain yang memeluk lengannya dengan erat dan hembusan nafas yang tidak teratur menerpa wajah bagian sampingnya. Ia menoleh ke kanan, ia mengerutkan dahinya begitu menyadari namja itu, suaminya tidur dengan peluh yang membasahi dahinya. Ia gunakan tangan kirinya yang bebas untuk sekedar mengecek suhu badan suaminya itu yang bernama Cho Kyuhyun. Ia, Seohyun membulatkan matanya begitu mengetahui bahwa suhu tubuh Kyuhyun panas, sangat panas malah. Dengan perlahan ia mencoba melepaskan kaitan lengan Kyuhyun yang memeluk lengannya dengan erat.

“Eunghh…” Kyuhyun meleguh kecil karena merasa ada seseorang yang mencoba menarik lengan istrinya yang sedang ia peluk bagaikan guling itu.

“Oppa, lepaskan lenganku. Kau demam.” Ucap Seohyun dengan lembut berharap Kyuhyun mau melepaskan lengannya. Akan tetapi Kyuhyun enggan untuk melepaskan lengannya. Yah, itu sudah menjadi kebiasaan Kyuhyun jika ia demam maka ia akan memeluk lengan Seohyun dengan erat.

“Huft.. Oppa, aku hanya akan mengambil air untuk mengompresmu.” Ucap Seohyun kembali.

“Eunghh…” Kyuhyun hanya meleguh dan semakin mengeratkan pelukannya.

“Oh, ayolah oppa. Aku janji hanya sebentar.” Bujuk Seohyun kembali.

Dengan perlahan Kyuhyun membuka matanya. Dan hal yang pertama kali ia rasakan adalah tampak seisi kamarnya berputar dan menyebabkan kepalanya sakit. Ia meringis pelan sambil memegangi kepalanya yang terasa mau pecah. Sedangkan Seohyun yang melihat itu ikut meringis seakan merasakan sakit yang dialami suaminya itu.

“Oppa, sebaiknya kau pejamkan saja matamu agar rasa sakitmu mendingan.” Tutur Seohyun sambil mengusap lembut pipi Kyuhyun. Kyuhyun hanya menjawab dengan gumaman dan kembali memposisikan tubuhnya agar nyaman dengan memeluk erat Seohyun, kali ini tidak hanya lengannya saja. Akan tetapi tubuh Seohyun. Seohyun pun membalas pelukan Kyuhyun dan mengusap-usap punggung tegap itu.

Setelah merasa deru nafas Kyuhyun teratur, perlahan Seohyun melepaskan lengan Kyuhyun yang memeluknya. Lalu perlahan Seohyun bangkit dari ranjang mereka dan keluar kamar menuju dapur untuk membuat bubur dan mengambil air kompres.

Sekian lama ia berkutat dengan buburnya akhirnya bubur itupun sudah berada di mangkuk dan dengan menggunakan nampan ia membawa bubur plus baskom berisi air kompresan ke kamarnya lagi.

Seohyun cukup kesusahan membuka pintu dikarenakan ia sedang membawa nampan. Setelah pintu itu berhasil dibuka, ia langkahkan kaki jenjangnya menuju pinggiran ranjang dan duduk disana lalu ia meletakkan nampannya di meja samping ranjangnya.

Dengan perlahan Seohyun remas kain yang sudah ia celupkan ke dalam air untuk memulai mengompres dahi Kyuhyun. Ia letakkan kain itu dengan hati-hati takut Kyuhyun terganggu dengan kegiatannya itu.

Setelah beberapa saat ia terdiam sambil mengamati wajah pucat Kyuhyun, ia gerakkan tangannya untuk menyentuh pipi Kyuhyun dan mengusapnya dengan lembut guna membangunkan Kyuhyun.

“Oppa, irreona. Kau makanlah dulu.” Bisik Seohyun tepat di telinga Kyuhyun.

“Eunghh…” Lagi-lagi Kyuhyun hanya meleguh tetapi beberapa saat kemudian matanya mengerjap lalu ia pejamkan matanya kuat karena merasa dunia ini berputar. Beberapa menit kemudian ia mulai membuka matanya dengan perlahan. Ia hembuskan nafasnya kasar, ia tetap berusaha agar ia berhasil membuka matanya.

Setelah mengetahui Kyuhyun sudah terbiasa dengan rasa pusingnya, Seohyun mulai mengambil mangkuk berisi bubur tadi dan menyendokkannya lalu mengarahkan ke mulut Kyuhyun.

“Aku belum lapar.” Tolak Kyuhyun dengan ehm.. manja.

“Tapi oppa bukankah kau semalam belum makan? Kajja makan dulu.” Ucap Seohyun dan kembali menyuapi Kyuhyun.

“Ahh… Aku belum lapar, Joo.” Kyuhyun kembali menolak suapan Seohyun. Sedangkan Seohyun hanya mampu menghela nafas.

“Hahh.. Ayolah oppa, kau makan. Kalau kau tidak mau makan, kau tidak akan mendapatkan morning kiss dariku.” Ucap dan ancam Seohyun.

“Baiklah, lagipula hanya morning kiss saja kan.” Balas Kyuhyun enteng.

“Morning kiss dan aku tidak mau menciummu lagi. Titik.” Tantang Seohyun. Sementara Kyuhyun memajukan bibirnya dengan tampang merajuk.

“Hahh.. Baiklah, baiklah. Aku mengalah. Aakk..” Akhirnya Kyuhyun pasrah dan membuka mulutnya lebar-lebar. Seohyun pun tertawa melihat tingkah suaminya itu. Beberapa saat kemudian akhirnya bubur Kyuhyun sudah tandas.

“Nah, sekarang kau minum obatmu oppa.” Titah Seohyun dengan membuka bungkus obat Kyuhyun.

“Aniyo.. Aku tidak mau.” Tolak Kyuhyun. Yah memang Kyuhyun paling susah untuk meminum obat. Entah apa alasannya, apa mungkin karena rasanya? Itu tentu hanya Kyuhyun yang tahu.

“Hahh.. Lalu kalau kau tidak sembuh-sembuh bagaimana, eoh?” Tanya Seohyun dengan kesal.

“Tak apa. Bukankah itu bagus? Kau menjadi lebih memperhatikanku, dan aku bisa bermanja-manja padamu.” Ucap Kyuhyun seenaknya dengan mengerling nakal ke arah Seohyun.

“Tapi bagaimana dengan kantormu? Tidak selamanya kan kau menyuruh sekretarismu untuk menggantikanmu yang sedang sakit.” Seohyun kembali beralasan.

“Haish.. Aku bilang tidak mau, ya tidak mau.” Bentak Kyuhyun.

Mata Seohyun pun mulai berkaca-kaca. Pasalnya baru pertama ini suaminya membentaknya. Kyuhyun yang melihat itu langsung membulatkan matanya. Dengan segera ia peluk Seohyun dengan mengabaikan rasa pusing di kepalanya.

“Mianhae, mianhae. Aku tidak bermaksud membentakmu. Mianhae, mianhae Joo.” Kyuhyun terus menggumamkan kata maaf sampai Seohyun tidak menangis lagi.

“Hiks.. Aku hanya tidak ingin kau sakit saja. Hiks.. Aku tidak bermaksud lain, oppa. Hiks..” Ucap Seohyun dengan masih terisak kecil.

“Ne, aku tahu. Bukankah kau tahu sayang, kalau aku sangat anti meminum obat, heum?” Kyuhyun kali ini berkata lembut dengan menatap mata Seohyun dan mengusap bekas air mata di pipi Seohyun.

“Aku tahu. Tapi…” Belum sempat Seohyun menuntaskan ucapannya, Kyuhyun menyela.

“Ssttt. Sudah, kau mau kan aku cepat sembuh?” Tanya Kyuhyun. Seohyun langsung menganggukkan kepalanya dengan semangat.

“Kalau begitu kau seharian ini harus menemani aku tidur dengan memelukku. Dan apabila aku terbangun, kau harus memberikanku ciuman. Tepat di bibirku. Bagaimana?” Ucap Kyuhyun dengan mata berbinar persis dengan seorang anak kecil yang keinginannya akan terpenuhi.

“Baiklah. Tapi kau harus sembuh ne?” Kyuhyun hanya menjawab dengan senyumannya.

CHU~

Kyuhyun membulatkan matanya karena mendapatkan ciuman mendadak dari istrinya. Tangannya bergerak meraba bibirnya yang masih terasa berbekas atas bibir Seohyun.

“Wae? Bukankah katamu aku harus memberimu ciuman kalau kau tidak tidur?” Seohyun tersenyum geli karena Kyuhyun tak membalas ucapannya tetapi malah memasang tampang polosnya dengan senyuman dan tangan yang masih berada di bibir. Oh iya, plus kedua pipi yang tampaknya memerah. Kkk~

FIN ^^

Advertisements

3 thoughts on “When Kyuhyun Sick”

  1. Jiah…..lg sakit jg mash ja kyuppa cari2 kesmptan….btw ni sweet bgt…sering2 sakitcja kyuppa biar seonni mkn mnis dan km bs mnja2n wkkkkwwwwkkk

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s